Tidak ada yang paling buruk dibanding bekerja di pagi hari dengan perasaan tidak memiliki motivasi, jenuh dan tidak terinspirasi untuk bekerja. Lebih buruk lagi jika kita memiliki bos yang sulit, rekan kerja yang tidak kooperatif atau pekerjaan yang sangat banyak.
Reaksi pertama mungkin terpikir ingin keluar, tetapi ini tidak selalu menjadi jawaban. Anda mungkin harus sepakat dengan banyak pekerjaan dalam kerjaaan berikutnya atau situasi yang mungkin bahkan lebih buruk. Dibanding menyerah, masih mungkin berpaling pada pekerjaan dan melihat sesuatu yang berbeda.
Untuk membantu anda merasa lebih berenergi dan termotivasi dalam bekerja, berikut beberapa tips yang dapat anda lakukan:
· Kompromi dengan atasan
Kita tahu atasan tidak selalu orang yang paling mudah untuk diajak sepakat. Menuntut atasan dengan pribadi yang sulit dapat membuat pekerjaan tertekan. Jangan biarkan perbedaan kepribadian masuk dalam hubungan kerja. Kenali kenyataan bahwa atasan dan anda tidak selalu bertatapan, tetapi pengalamannya dapat menjadi kesempatan baik bagi anda untuk belajar.
Bertahan pada posisi anda sekarang setidaknya selama dua tahun. Sisihkan waktu dan usaha untuk mengenal atasan anda dan lihat segala hal dari sudut pandangnya. Ia tidak akan berada diatas dengan menjadi penurut. Biarkan perbedaan pribadi menjadi jalan untuk belajar skill baru dan memajukan karir.
· Proaktif
Dibanding menunggu atasan meminta anda sesuatu seperti laporan mingguan, ambilah inisiatif melakukan sesuatu bahkan sebelum diminta. Menjadi inisiator dan proaktif tidak hanya menunjukkan perusahaan anda tengah bekerja tetapi juga membantu anda untuk perusahaan berikutnya dimana anda akan bekerja. Anda telah dicatat memiliki bukti dan membantu ketika ada promosi atau bonus.
· Menentukan tujuan
Selalu miliki tujuan dalam pikiran. Buatlah tujuan simple dan kongkrit. Ketika anda memiliki tujuan, anda memiliki gambaran jelas mengenai langkah karir anda dan ini akan menjadi bentuk motivasi diri.
· Kembangkan hubungan
Bangun hubungan dengan klien, supervisor, rekan kerja dan patner bisnis. Dengan mengembangkan hubungan yang baik, anda tengah memperkuat hubungan dan juga membantu karir anda.
· Sabar
Seperti Roma, karir todak terbangun dalam satu hari. Pikirkan apa yang anda ingin lakukan. Jangan merendahkan pekerjaan atau posisi dengan menganggapnya tak pantas bagi anda. Ini hanya permulaan, atau batu loncatan menuju sesuatu yang lebih besar di masa depan.
· Terus belajar
Buatlah usaha untuk belajar mengenai tugas lain dengan pekerjaan anda meskipun anda sendiri tidak secara langsung terlibat. Anda akan melihat sesuatu dari perspektif lebih luas dan banyak yang bisa dipasarkan.
Sumber: www.vision.net.id
Senin, 02 Agustus 2010
Memotivasi Diri Dalam Bekerja
Tidak ada yang paling buruk dibanding bekerja di pagi hari dengan perasaan tidak memiliki motivasi, jenuh dan tidak terinspirasi untuk bekerja. Lebih buruk lagi jika kita memiliki bos yang sulit, rekan kerja yang tidak kooperatif atau pekerjaan yang sangat banyak.
Reaksi pertama mungkin terpikir ingin keluar, tetapi ini tidak selalu menjadi jawaban. Anda mungkin harus sepakat dengan banyak pekerjaan dalam kerjaaan berikutnya atau situasi yang mungkin bahkan lebih buruk. Dibanding menyerah, masih mungkin berpaling pada pekerjaan dan melihat sesuatu yang berbeda.
Untuk membantu anda merasa lebih berenergi dan termotivasi dalam bekerja, berikut beberapa tips yang dapat anda lakukan:
· Kompromi dengan atasan
Kita tahu atasan tidak selalu orang yang paling mudah untuk diajak sepakat. Menuntut atasan dengan pribadi yang sulit dapat membuat pekerjaan tertekan. Jangan biarkan perbedaan kepribadian masuk dalam hubungan kerja. Kenali kenyataan bahwa atasan dan anda tidak selalu bertatapan, tetapi pengalamannya dapat menjadi kesempatan baik bagi anda untuk belajar.
Bertahan pada posisi anda sekarang setidaknya selama dua tahun. Sisihkan waktu dan usaha untuk mengenal atasan anda dan lihat segala hal dari sudut pandangnya. Ia tidak akan berada diatas dengan menjadi penurut. Biarkan perbedaan pribadi menjadi jalan untuk belajar skill baru dan memajukan karir.
· Proaktif
Dibanding menunggu atasan meminta anda sesuatu seperti laporan mingguan, ambilah inisiatif melakukan sesuatu bahkan sebelum diminta. Menjadi inisiator dan proaktif tidak hanya menunjukkan perusahaan anda tengah bekerja tetapi juga membantu anda untuk perusahaan berikutnya dimana anda akan bekerja. Anda telah dicatat memiliki bukti dan membantu ketika ada promosi atau bonus.
· Menentukan tujuan
Selalu miliki tujuan dalam pikiran. Buatlah tujuan simple dan kongkrit. Ketika anda memiliki tujuan, anda memiliki gambaran jelas mengenai langkah karir anda dan ini akan menjadi bentuk motivasi diri.
· Kembangkan hubungan
Bangun hubungan dengan klien, supervisor, rekan kerja dan patner bisnis. Dengan mengembangkan hubungan yang baik, anda tengah memperkuat hubungan dan juga membantu karir anda.
· Sabar
Seperti Roma, karir todak terbangun dalam satu hari. Pikirkan apa yang anda ingin lakukan. Jangan merendahkan pekerjaan atau posisi dengan menganggapnya tak pantas bagi anda. Ini hanya permulaan, atau batu loncatan menuju sesuatu yang lebih besar di masa depan.
· Terus belajar
Buatlah usaha untuk belajar mengenai tugas lain dengan pekerjaan anda meskipun anda sendiri tidak secara langsung terlibat. Anda akan melihat sesuatu dari perspektif lebih luas dan banyak yang bisa dipasarkan.
Sumber: www.vision.net.id
Reaksi pertama mungkin terpikir ingin keluar, tetapi ini tidak selalu menjadi jawaban. Anda mungkin harus sepakat dengan banyak pekerjaan dalam kerjaaan berikutnya atau situasi yang mungkin bahkan lebih buruk. Dibanding menyerah, masih mungkin berpaling pada pekerjaan dan melihat sesuatu yang berbeda.
Untuk membantu anda merasa lebih berenergi dan termotivasi dalam bekerja, berikut beberapa tips yang dapat anda lakukan:
· Kompromi dengan atasan
Kita tahu atasan tidak selalu orang yang paling mudah untuk diajak sepakat. Menuntut atasan dengan pribadi yang sulit dapat membuat pekerjaan tertekan. Jangan biarkan perbedaan kepribadian masuk dalam hubungan kerja. Kenali kenyataan bahwa atasan dan anda tidak selalu bertatapan, tetapi pengalamannya dapat menjadi kesempatan baik bagi anda untuk belajar.
Bertahan pada posisi anda sekarang setidaknya selama dua tahun. Sisihkan waktu dan usaha untuk mengenal atasan anda dan lihat segala hal dari sudut pandangnya. Ia tidak akan berada diatas dengan menjadi penurut. Biarkan perbedaan pribadi menjadi jalan untuk belajar skill baru dan memajukan karir.
· Proaktif
Dibanding menunggu atasan meminta anda sesuatu seperti laporan mingguan, ambilah inisiatif melakukan sesuatu bahkan sebelum diminta. Menjadi inisiator dan proaktif tidak hanya menunjukkan perusahaan anda tengah bekerja tetapi juga membantu anda untuk perusahaan berikutnya dimana anda akan bekerja. Anda telah dicatat memiliki bukti dan membantu ketika ada promosi atau bonus.
· Menentukan tujuan
Selalu miliki tujuan dalam pikiran. Buatlah tujuan simple dan kongkrit. Ketika anda memiliki tujuan, anda memiliki gambaran jelas mengenai langkah karir anda dan ini akan menjadi bentuk motivasi diri.
· Kembangkan hubungan
Bangun hubungan dengan klien, supervisor, rekan kerja dan patner bisnis. Dengan mengembangkan hubungan yang baik, anda tengah memperkuat hubungan dan juga membantu karir anda.
· Sabar
Seperti Roma, karir todak terbangun dalam satu hari. Pikirkan apa yang anda ingin lakukan. Jangan merendahkan pekerjaan atau posisi dengan menganggapnya tak pantas bagi anda. Ini hanya permulaan, atau batu loncatan menuju sesuatu yang lebih besar di masa depan.
· Terus belajar
Buatlah usaha untuk belajar mengenai tugas lain dengan pekerjaan anda meskipun anda sendiri tidak secara langsung terlibat. Anda akan melihat sesuatu dari perspektif lebih luas dan banyak yang bisa dipasarkan.
Sumber: www.vision.net.id
Memotivasi Diri Dalam Bekerja
Tidak ada yang paling buruk dibanding bekerja di pagi hari dengan perasaan tidak memiliki motivasi, jenuh dan tidak terinspirasi untuk bekerja. Lebih buruk lagi jika kita memiliki bos yang sulit, rekan kerja yang tidak kooperatif atau pekerjaan yang sangat banyak.
Reaksi pertama mungkin terpikir ingin keluar, tetapi ini tidak selalu menjadi jawaban. Anda mungkin harus sepakat dengan banyak pekerjaan dalam kerjaaan berikutnya atau situasi yang mungkin bahkan lebih buruk. Dibanding menyerah, masih mungkin berpaling pada pekerjaan dan melihat sesuatu yang berbeda.
Untuk membantu anda merasa lebih berenergi dan termotivasi dalam bekerja, berikut beberapa tips yang dapat anda lakukan:
· Kompromi dengan atasan
Kita tahu atasan tidak selalu orang yang paling mudah untuk diajak sepakat. Menuntut atasan dengan pribadi yang sulit dapat membuat pekerjaan tertekan. Jangan biarkan perbedaan kepribadian masuk dalam hubungan kerja. Kenali kenyataan bahwa atasan dan anda tidak selalu bertatapan, tetapi pengalamannya dapat menjadi kesempatan baik bagi anda untuk belajar.
Bertahan pada posisi anda sekarang setidaknya selama dua tahun. Sisihkan waktu dan usaha untuk mengenal atasan anda dan lihat segala hal dari sudut pandangnya. Ia tidak akan berada diatas dengan menjadi penurut. Biarkan perbedaan pribadi menjadi jalan untuk belajar skill baru dan memajukan karir.
· Proaktif
Dibanding menunggu atasan meminta anda sesuatu seperti laporan mingguan, ambilah inisiatif melakukan sesuatu bahkan sebelum diminta. Menjadi inisiator dan proaktif tidak hanya menunjukkan perusahaan anda tengah bekerja tetapi juga membantu anda untuk perusahaan berikutnya dimana anda akan bekerja. Anda telah dicatat memiliki bukti dan membantu ketika ada promosi atau bonus.
· Menentukan tujuan
Selalu miliki tujuan dalam pikiran. Buatlah tujuan simple dan kongkrit. Ketika anda memiliki tujuan, anda memiliki gambaran jelas mengenai langkah karir anda dan ini akan menjadi bentuk motivasi diri.
· Kembangkan hubungan
Bangun hubungan dengan klien, supervisor, rekan kerja dan patner bisnis. Dengan mengembangkan hubungan yang baik, anda tengah memperkuat hubungan dan juga membantu karir anda.
· Sabar
Seperti Roma, karir todak terbangun dalam satu hari. Pikirkan apa yang anda ingin lakukan. Jangan merendahkan pekerjaan atau posisi dengan menganggapnya tak pantas bagi anda. Ini hanya permulaan, atau batu loncatan menuju sesuatu yang lebih besar di masa depan.
· Terus belajar
Buatlah usaha untuk belajar mengenai tugas lain dengan pekerjaan anda meskipun anda sendiri tidak secara langsung terlibat. Anda akan melihat sesuatu dari perspektif lebih luas dan banyak yang bisa dipasarkan.
Sumber: www.vision.net.id
Reaksi pertama mungkin terpikir ingin keluar, tetapi ini tidak selalu menjadi jawaban. Anda mungkin harus sepakat dengan banyak pekerjaan dalam kerjaaan berikutnya atau situasi yang mungkin bahkan lebih buruk. Dibanding menyerah, masih mungkin berpaling pada pekerjaan dan melihat sesuatu yang berbeda.
Untuk membantu anda merasa lebih berenergi dan termotivasi dalam bekerja, berikut beberapa tips yang dapat anda lakukan:
· Kompromi dengan atasan
Kita tahu atasan tidak selalu orang yang paling mudah untuk diajak sepakat. Menuntut atasan dengan pribadi yang sulit dapat membuat pekerjaan tertekan. Jangan biarkan perbedaan kepribadian masuk dalam hubungan kerja. Kenali kenyataan bahwa atasan dan anda tidak selalu bertatapan, tetapi pengalamannya dapat menjadi kesempatan baik bagi anda untuk belajar.
Bertahan pada posisi anda sekarang setidaknya selama dua tahun. Sisihkan waktu dan usaha untuk mengenal atasan anda dan lihat segala hal dari sudut pandangnya. Ia tidak akan berada diatas dengan menjadi penurut. Biarkan perbedaan pribadi menjadi jalan untuk belajar skill baru dan memajukan karir.
· Proaktif
Dibanding menunggu atasan meminta anda sesuatu seperti laporan mingguan, ambilah inisiatif melakukan sesuatu bahkan sebelum diminta. Menjadi inisiator dan proaktif tidak hanya menunjukkan perusahaan anda tengah bekerja tetapi juga membantu anda untuk perusahaan berikutnya dimana anda akan bekerja. Anda telah dicatat memiliki bukti dan membantu ketika ada promosi atau bonus.
· Menentukan tujuan
Selalu miliki tujuan dalam pikiran. Buatlah tujuan simple dan kongkrit. Ketika anda memiliki tujuan, anda memiliki gambaran jelas mengenai langkah karir anda dan ini akan menjadi bentuk motivasi diri.
· Kembangkan hubungan
Bangun hubungan dengan klien, supervisor, rekan kerja dan patner bisnis. Dengan mengembangkan hubungan yang baik, anda tengah memperkuat hubungan dan juga membantu karir anda.
· Sabar
Seperti Roma, karir todak terbangun dalam satu hari. Pikirkan apa yang anda ingin lakukan. Jangan merendahkan pekerjaan atau posisi dengan menganggapnya tak pantas bagi anda. Ini hanya permulaan, atau batu loncatan menuju sesuatu yang lebih besar di masa depan.
· Terus belajar
Buatlah usaha untuk belajar mengenai tugas lain dengan pekerjaan anda meskipun anda sendiri tidak secara langsung terlibat. Anda akan melihat sesuatu dari perspektif lebih luas dan banyak yang bisa dipasarkan.
Sumber: www.vision.net.id
Membangun sikap Mental Pantang Menyerah
1. Kalau Anda mempunyai kecendrungan mudah menyerah, maka langkah pertama pertama yg paling penting adalah mengakui kelemahannya itu. Dengan menyadarinya , Anda akan lebih siap untuk memperbaikinya.
2. motivasikanlah diri Anda untuk mengembangkan sikap pantang menyerah. Sikap ini diperlukan untuk meraih keberhasilan dalam hidup. Perhatikanlah artis, atlit,karyawan dapat menajak karirnya karena berprestasi, mereka umumnya memperjuangkan apa yg ingin diraihnya dengan daya dan upaya yg optimal. Sebaliknya , orang2 yg mudah menyerah , frustasi dan mudah putus asa adalah orang2 yg gagal.
3. Berpikirlah bahwa Anda bisa dan akan berhasil meraih apa yg Anda inginkan. Keyakinan ini akan membuat Anda lebih efektif dibandingkan bila Anda terlalu mengantisipasi kemungkinan buruk. Menurut para ahli , orang yg optimis mempunyai kemungkinan yg lebih besar untuk berhasil dibanding orang yg pesimis. Mengapa ? Karena keyakinan yg positif akan mempengaruhi mental dan fisik secar signifikan untuk mendapatkan apa yg di yakininya.
4. Arahkan mata Anda pada tujuan , bukan pada hambatan . Bila Anda memandang pada tujuan , maka hambatan tidak akan menakutkan. Tapi sebaliknya , bila Anda terfokus pada hambatan , Anda akan mudah kehabisan daya juang.
5. Beranilah mengambil risiko namun dengan perhitungan yg mantap , Hadapi dan alamilah pengalaman dan petualangan baru. Keberanian yg benar bukan berarti seperti orang yg terjun bebas ke jurang, tapi seperti orang yg menuruninya setahap demi setahap dengan persiapan yg matang.Kalau Anda tidak berani mengambil resiko , tentu saja Anda berada pada tempat yg aman , namun Anda tidak akan berkembang.
6. Hadapilah semua tantangan dengan penuh keberanian .Anggaplah tantangan sebagai "Sparring Pathner" yg akan membuat Anda semakin kuat , bukan sebagai raksasa yg menelan Anda. Semakin banyak tantangan , semakin berani menghadapinya, maka semakin terbentuk karakter yg kuat.
7. Jangan terlalu cepat mengambil kesimpulan bahwa Anda tidak akan berhasil bila pada usaha Anda mengalami kegagalan. Belajarlah daridari kegagal itu agar didapat gambaran yg lebih baik lagi.
8. Teruslah berusaha, terkamlah segala kesempatan yg ada , karena kesempatan itu tak datang untuk kedua kalinya !, tidak ada pendobrak kegagalan yg sekuat nilai "kegigihan" . Ingatlah filsofi air yg bisa melubangi batu dengan tetesan yg terus terus-menerus.
9. Imbangi kegigihan Anda dengan pemikiran yg kreatif. Bila perjalanan Anda terhalang oleh batu cadas , Anda tidak perlu membenturkan kepala Anda untuk membuktikan bahwa Anda pantang Menyerah. Berhentilah sejenak dan pikirkanlah bagaiman cara mengatasinya. carilah jalur alternatif !
10. Jangan terpengaruh oleh kegagalan orang lain, tapi biarlah keberhasilan orang lain memotivasi kita. Belajarlah dari kegagalan dan kesalahan orang lain tanpa hrus mengalaminya sendiri. Dengan cara itru Anda menghemat banyak sekali waktu dan energi Anda yg sangat berharga.
Sumber: www.planetmusic.4t.com
2. motivasikanlah diri Anda untuk mengembangkan sikap pantang menyerah. Sikap ini diperlukan untuk meraih keberhasilan dalam hidup. Perhatikanlah artis, atlit,karyawan dapat menajak karirnya karena berprestasi, mereka umumnya memperjuangkan apa yg ingin diraihnya dengan daya dan upaya yg optimal. Sebaliknya , orang2 yg mudah menyerah , frustasi dan mudah putus asa adalah orang2 yg gagal.
3. Berpikirlah bahwa Anda bisa dan akan berhasil meraih apa yg Anda inginkan. Keyakinan ini akan membuat Anda lebih efektif dibandingkan bila Anda terlalu mengantisipasi kemungkinan buruk. Menurut para ahli , orang yg optimis mempunyai kemungkinan yg lebih besar untuk berhasil dibanding orang yg pesimis. Mengapa ? Karena keyakinan yg positif akan mempengaruhi mental dan fisik secar signifikan untuk mendapatkan apa yg di yakininya.
4. Arahkan mata Anda pada tujuan , bukan pada hambatan . Bila Anda memandang pada tujuan , maka hambatan tidak akan menakutkan. Tapi sebaliknya , bila Anda terfokus pada hambatan , Anda akan mudah kehabisan daya juang.
5. Beranilah mengambil risiko namun dengan perhitungan yg mantap , Hadapi dan alamilah pengalaman dan petualangan baru. Keberanian yg benar bukan berarti seperti orang yg terjun bebas ke jurang, tapi seperti orang yg menuruninya setahap demi setahap dengan persiapan yg matang.Kalau Anda tidak berani mengambil resiko , tentu saja Anda berada pada tempat yg aman , namun Anda tidak akan berkembang.
6. Hadapilah semua tantangan dengan penuh keberanian .Anggaplah tantangan sebagai "Sparring Pathner" yg akan membuat Anda semakin kuat , bukan sebagai raksasa yg menelan Anda. Semakin banyak tantangan , semakin berani menghadapinya, maka semakin terbentuk karakter yg kuat.
7. Jangan terlalu cepat mengambil kesimpulan bahwa Anda tidak akan berhasil bila pada usaha Anda mengalami kegagalan. Belajarlah daridari kegagal itu agar didapat gambaran yg lebih baik lagi.
8. Teruslah berusaha, terkamlah segala kesempatan yg ada , karena kesempatan itu tak datang untuk kedua kalinya !, tidak ada pendobrak kegagalan yg sekuat nilai "kegigihan" . Ingatlah filsofi air yg bisa melubangi batu dengan tetesan yg terus terus-menerus.
9. Imbangi kegigihan Anda dengan pemikiran yg kreatif. Bila perjalanan Anda terhalang oleh batu cadas , Anda tidak perlu membenturkan kepala Anda untuk membuktikan bahwa Anda pantang Menyerah. Berhentilah sejenak dan pikirkanlah bagaiman cara mengatasinya. carilah jalur alternatif !
10. Jangan terpengaruh oleh kegagalan orang lain, tapi biarlah keberhasilan orang lain memotivasi kita. Belajarlah dari kegagalan dan kesalahan orang lain tanpa hrus mengalaminya sendiri. Dengan cara itru Anda menghemat banyak sekali waktu dan energi Anda yg sangat berharga.
Sumber: www.planetmusic.4t.com
Memaksimalkan Performa Anda di Jam Kerja
Semua orang umumnya mempunyai semangat yang tinggi di pagi hari sebelum memulai kerja. Kita punya pekerjaan penting yang harus diselesaikan, orang-orang penting yang harus kita temui, dan proyek jangka panjang yang hendak kita mulai kerjakan. Namun menjelang akhir jam kerja, kita baru sadar bahwa ternyata masih banyak pekerjaan yang belum selesai. Akhirnya kita terpaksa pulang malam untuk lembur, datang lebih pagi keesokan harinya, atau bahkan masuk kantor pada hari libur. Hal itu memang membuat kita tampak sibuk, namun nyatanya kerja kita sendiri tidak produktif. Banyak waktu yang habis terbuang percuma, sedangkan kalau dihitung-hitung mungkin jam di mana anda bekerja sungguh-sungguh tidak sampai setengahnya.
Berikut adalah lima langkah yang dapat membantu anda untuk lebih produktif dalam bekerja :
1. Luangkan waktu kosong untuk diri sendiri
Sediakan waktu untuk diri anda sendiri (tanpa ada gangguan dari orang lain/keadaan tertentu sekitar 30-90 menit. Tujuannya adalah supaya anda bisa berkonsentrasi dan menentukan prioritas pekerjaan mana yang ingin anda selesaikan hari itu. Kalau perlu tutup pintu ruangan anda, matikan suara handphone atau pager, dan mulailah merenungi apa dan bagaimana anda ingin menyelesaikan pekerjaan anda hari itu.
2. Maksimalkan waktu puncak/peak anda
Ada waktu-waktu tertentu dalam setiap hari di mana energi dan semangat kita ada di titik puncak, sehingga kemampuan untuk berpikir dan konsentrasi terhadap pekerjaan juga sedang tinggi. Cari tahu kapan waktu puncak/peak anda setiap hari, dan gunakan waktu tersebut untuk mengerjakan pekerjaan-pekerjaan terpenting. Pisahkan jadwal meeting, janji, atau aktivitas lain ke jam lain.
3. Hindari pertemuan-pertemuan yang tidak perlu
Berhenti bekerja (meski hanya sesaat) untuk berbincang-bincang ngalor-ngidul dengan teman-teman anda hanya akan merusak konsentrasi kerja, membuang-buang waktu, dan merusak produktivitas kerja anda. Hal ini akan merusak momentum kerja anda, jadi lain kali seseorang masuk ke ruangan anda dan mulai terlihat gelagat akan memancing pembicaraan yang akan berlangsung lama, hindari dengan mengatakan bahwa anda sedang menyelesaikan sebuah proyek penting dan tidak bisa menemaninya. Supaya ia tidak tersinggung, atur waktu setelah jam kerja selesai untuk menemuinya.
4. Batasi penggunaan telepon
Begitu telepon berdering, maka saat itu pula konsentrasi anda dalam bekerja akan terganggu. Saat sedang konsentrasi dalam pekerjaan, biarkan voice mail atau mesin penjawab telepon yang menjawab panggilan tersebut. Seandainya karena satu atau lain hal anda telah mengangkat telepon, katakan pada si penelepon bahwa saat itu anda sedang sibuk dan tidak dapat berbicara lebih lama. Mintalah supaya ia menelepon lagi setelah anda selesai bekerja atau anda yang akan menghubunginya nanti.
5. Atur jadwal untuk berunding/bertemu dengan staf atau teman kerja anda
Di kebanyakan kantor, waktu sering terbuang percuma karena kita sering kali harus bangkit dari kursi yang kita duduki hanya untuk menanyakan sesuatu hal pada rekan kerja kita. Padahal selain membuang-buang waktu, hal ini juga akan mengganggu ritme kerja orang lain.
Sumber: www.cybertravel.cbn.net.id
Berikut adalah lima langkah yang dapat membantu anda untuk lebih produktif dalam bekerja :
1. Luangkan waktu kosong untuk diri sendiri
Sediakan waktu untuk diri anda sendiri (tanpa ada gangguan dari orang lain/keadaan tertentu sekitar 30-90 menit. Tujuannya adalah supaya anda bisa berkonsentrasi dan menentukan prioritas pekerjaan mana yang ingin anda selesaikan hari itu. Kalau perlu tutup pintu ruangan anda, matikan suara handphone atau pager, dan mulailah merenungi apa dan bagaimana anda ingin menyelesaikan pekerjaan anda hari itu.
2. Maksimalkan waktu puncak/peak anda
Ada waktu-waktu tertentu dalam setiap hari di mana energi dan semangat kita ada di titik puncak, sehingga kemampuan untuk berpikir dan konsentrasi terhadap pekerjaan juga sedang tinggi. Cari tahu kapan waktu puncak/peak anda setiap hari, dan gunakan waktu tersebut untuk mengerjakan pekerjaan-pekerjaan terpenting. Pisahkan jadwal meeting, janji, atau aktivitas lain ke jam lain.
3. Hindari pertemuan-pertemuan yang tidak perlu
Berhenti bekerja (meski hanya sesaat) untuk berbincang-bincang ngalor-ngidul dengan teman-teman anda hanya akan merusak konsentrasi kerja, membuang-buang waktu, dan merusak produktivitas kerja anda. Hal ini akan merusak momentum kerja anda, jadi lain kali seseorang masuk ke ruangan anda dan mulai terlihat gelagat akan memancing pembicaraan yang akan berlangsung lama, hindari dengan mengatakan bahwa anda sedang menyelesaikan sebuah proyek penting dan tidak bisa menemaninya. Supaya ia tidak tersinggung, atur waktu setelah jam kerja selesai untuk menemuinya.
4. Batasi penggunaan telepon
Begitu telepon berdering, maka saat itu pula konsentrasi anda dalam bekerja akan terganggu. Saat sedang konsentrasi dalam pekerjaan, biarkan voice mail atau mesin penjawab telepon yang menjawab panggilan tersebut. Seandainya karena satu atau lain hal anda telah mengangkat telepon, katakan pada si penelepon bahwa saat itu anda sedang sibuk dan tidak dapat berbicara lebih lama. Mintalah supaya ia menelepon lagi setelah anda selesai bekerja atau anda yang akan menghubunginya nanti.
5. Atur jadwal untuk berunding/bertemu dengan staf atau teman kerja anda
Di kebanyakan kantor, waktu sering terbuang percuma karena kita sering kali harus bangkit dari kursi yang kita duduki hanya untuk menanyakan sesuatu hal pada rekan kerja kita. Padahal selain membuang-buang waktu, hal ini juga akan mengganggu ritme kerja orang lain.
Sumber: www.cybertravel.cbn.net.id
Cara Unik Memetik Sukses
Banyak orang terkenal yang menemukan talentnya secara kebetulan, apakah artis, olahragawan pemimpin dan masih banyak lagi. Mereka tidak mengetahui bahwa mereka mempunyai bakat tertentu, sampai mereka mengukir prestasi. Sebaliknya banyak kegagalan yang menjadikan bakat sebagai kambing hitam. Ketika mereka menemui kegagalan, maka mereka merasa tidak berbakat.
Daripada mempermasalahkan mengenai talent yang artinya adalah natural ability to do something well, maka lebih baik memanfaatkan potensi yang kita miliki. Bakat mungkin tidak dimiliki oleh semua orang, tapi potensi dipunyai oleh semua orang.
Keberhasilan meniti karier sangat dipengaruhi oleh keberhasilan dalam mengenali dan mengembangkan potensi yang dimiliki. Sehingga, sudah selayaknya pengembangan potensi direncanakan dengan baik.
Proses perencanaan pengembangan potensi meliputi langkah-langkah strategis, berkaitan dengan tujuan yang ingin dicapai. Dengan demikian, dapat membantu menemukan kekuatan dan hambatan yang mungkin timbul dari upaya-upaya nencapai tujuan karier. Termasuk di dalamnya upaya mengantisipasi kegagalan.
Selain memperhatikan sifat-sifat dasar perencanaan, terdapat tiga hal yang tidak boleh terlewati yaitu: passion, persistence, dan commonsense. Passion merupakan modal utama, karena proses pengembangan diri dapat terencana dan selanjutnya dikembangkan dengan baik apabila didasari pada sikap mental dan perasaan positif untuk menjalankan rencana dan mencapai tujuannya. Semangat yang demikian, akan menimbulkan inisiatif yang tinggi, minat yang besar, dan stamina yang kuat dalam proses pelaksanaannya. Persistence merupakan prasyarat kedua, karena perencanaan akan memperlihatkan karakteristik kontinuitas melalui konsistensi langkah dan upaya yang dilakukan untuk mencapai tujuan.
Di sini, orientasi perencanaan tidak boleh mengarah ke berbagai arah secara acak. Kita harus memegang teguh, satu orientasi yang jelas, sehingga nantinya dapat melaksanakannya secara konsekuen. Ketiga, commonsense, karena aspek rasionalitas berpengaruh besar terhadap keberhasilan penyusunan dan pelaksanaan suatu perencanaan. Dalam artian, usaha-usaha dan tujuan yang dipilih harus terbentuk dalam pengertian umum, dilandasi akal sehat, dengan memperhatikan kemampuan diri dan kondisi lingkungan sekitarnya.
Beranjak dari ketiga hal di atas, kita dapat melakukan perencanaan dengan melibatkan orang lain. Misalnya, berdiskusi dengan pasangan, anggota keluarga, rekan kerja, sahabat, dan sebagainya. Namun, bisa juga perencanaan dilaksanakan sendiri, dengan pengertian diri sendirilah yang paling memahami apa yang paling sesuai untuk dilaksanakan.
Dalam konteks proses perencanaan, langkah pertama yang harus dilakukan adalah mengumpulkan ide. Metode yang paling sederhana adalah melalui ide-ide brainstorming bersama beberapa rekan atau saudara, di mana kita dapat menarik manfaat melalui ide-ide yang mereka lontarkan. Kemudian, secara bersama-sama mencari bentuk dasar perencanaan dan berbagai kemungkinan implementasi perencanaan itu.
Metode lainnya, melakukan pilihan dari daftar aktivitas yang telah dirancang. Proses ini akan lebih baik apabila disertai dengan suatu ketentuan tentang "apa yang harus dikerjakan" dan "apa yang penting". Kemudian membuat pertanyaan sebanyak mungkin, berkenaan dengan hal tersebut, menjawab setiap pertanyaan, menemukan tingkat kesulitan masing-masing, dan mencari kaitan antara satu dengan yang lain.
Hal itu bermanfaat untuk menentukan skala prioritas. Barangkali terdapat hal-hal yang dapat dilaksanakan secara bersama. Mungkin ada yang dapat ditunda. Mungkin juga ada yang harus segera dilaksanakan.
Dengan dasar pemikiran seperti ini, kita dapat menentukan tujuan pribadi, langkah-langkah yang akan diambil untuk mencapai tujuan, dan berbagai kebutuhan yang berkaitan dengan tujuan itu. Proses demikian akan memberikan umpan balik untuk menilai kembali langkah-langkah yang kurang tepat, hingga nantinya mampu melakukan penyesuaian atau perubahan atas langkah-langkah yang kurang tepat.
Dalam membuat perencanaan pengembangan potensi, kita jangan melupakan keunggulan diri sendiri. Caranya, menyettakan daftar aktivitas yang pernah dipelajari dan dilakukan, kemudian menencukan aktivitas mana yang paling dikuasai. Dari situ, kita dapat menemukan batasan-batasan diri yang ditinjau dari berbagai sisi diri sendiri, keterampilan dan kemampuan diri, pengaruh orang lain, pengaruh bawaan atau keturunan, dan pengaruh ekonomi.
Perencanaan yang baik disusun dengan memperhatikan standar lingkungan dan individu. Dengan demikian, perencanaan yang dihasilkan dapat diterapkan dengan baik di tengah khalayak ramai. Selanjutnya, hal itu akan memudahkan pelaksanaan.
Dalam menyusun perencanaan, sebaiknya kita juga dapat menentukan apa saja yang dapat membantu. Biasanya hal itu berasal dari kelebihan diri kita. Bisa juga berasal dari berbagai faktor positif di sekeliling kita. Dalam hal ini, dibutuhkan kepekaan yang tinggi untuk "mengangkat" hal-hal tersebut, sehingga dapat dimanfaatkan secara signifikan.
Perencanaan yang baik pun mengandung deskripsi pertolongan yang dibutuhkan. Di sini, perlu ditentukan siapa yang dapat membantu, sejauh mana bantuan yang dapat diberikan, dan apa saja yang dapat diperoleh. Perlu diingat, pertolongan harus dikaitkan dengan tujuan yang hendak dicapai.
Mengembangkan diri melalui perencanaan di satu sisi, mungkin akan menghabiskan banyak waktu, tenaga, pikiran, dan hal-hal terkait lainnya. Namun, perencanaan sebenarnya akan menghemat banyak hal, meningkatkan efisiensi dalam proses pengambilan keputusan, berkenaan dengan pengembangan potensi diri.
Tanpa perencanaan, kita tidak mempunyai pedoman jelas, orientasi tidak fokus, yang berdampak pada ketidakjelasan langkah-langkah yang harus ditempuh. Perencanaan menjadikan semua tindakan tertata rapi, menuju tujuan yang diinginkan, dan merupakan salah satu kunci unik memetik sukses dalam berkarier. ©
Sumber : CBN
Daripada mempermasalahkan mengenai talent yang artinya adalah natural ability to do something well, maka lebih baik memanfaatkan potensi yang kita miliki. Bakat mungkin tidak dimiliki oleh semua orang, tapi potensi dipunyai oleh semua orang.
Keberhasilan meniti karier sangat dipengaruhi oleh keberhasilan dalam mengenali dan mengembangkan potensi yang dimiliki. Sehingga, sudah selayaknya pengembangan potensi direncanakan dengan baik.
Proses perencanaan pengembangan potensi meliputi langkah-langkah strategis, berkaitan dengan tujuan yang ingin dicapai. Dengan demikian, dapat membantu menemukan kekuatan dan hambatan yang mungkin timbul dari upaya-upaya nencapai tujuan karier. Termasuk di dalamnya upaya mengantisipasi kegagalan.
Selain memperhatikan sifat-sifat dasar perencanaan, terdapat tiga hal yang tidak boleh terlewati yaitu: passion, persistence, dan commonsense. Passion merupakan modal utama, karena proses pengembangan diri dapat terencana dan selanjutnya dikembangkan dengan baik apabila didasari pada sikap mental dan perasaan positif untuk menjalankan rencana dan mencapai tujuannya. Semangat yang demikian, akan menimbulkan inisiatif yang tinggi, minat yang besar, dan stamina yang kuat dalam proses pelaksanaannya. Persistence merupakan prasyarat kedua, karena perencanaan akan memperlihatkan karakteristik kontinuitas melalui konsistensi langkah dan upaya yang dilakukan untuk mencapai tujuan.
Di sini, orientasi perencanaan tidak boleh mengarah ke berbagai arah secara acak. Kita harus memegang teguh, satu orientasi yang jelas, sehingga nantinya dapat melaksanakannya secara konsekuen. Ketiga, commonsense, karena aspek rasionalitas berpengaruh besar terhadap keberhasilan penyusunan dan pelaksanaan suatu perencanaan. Dalam artian, usaha-usaha dan tujuan yang dipilih harus terbentuk dalam pengertian umum, dilandasi akal sehat, dengan memperhatikan kemampuan diri dan kondisi lingkungan sekitarnya.
Beranjak dari ketiga hal di atas, kita dapat melakukan perencanaan dengan melibatkan orang lain. Misalnya, berdiskusi dengan pasangan, anggota keluarga, rekan kerja, sahabat, dan sebagainya. Namun, bisa juga perencanaan dilaksanakan sendiri, dengan pengertian diri sendirilah yang paling memahami apa yang paling sesuai untuk dilaksanakan.
Dalam konteks proses perencanaan, langkah pertama yang harus dilakukan adalah mengumpulkan ide. Metode yang paling sederhana adalah melalui ide-ide brainstorming bersama beberapa rekan atau saudara, di mana kita dapat menarik manfaat melalui ide-ide yang mereka lontarkan. Kemudian, secara bersama-sama mencari bentuk dasar perencanaan dan berbagai kemungkinan implementasi perencanaan itu.
Metode lainnya, melakukan pilihan dari daftar aktivitas yang telah dirancang. Proses ini akan lebih baik apabila disertai dengan suatu ketentuan tentang "apa yang harus dikerjakan" dan "apa yang penting". Kemudian membuat pertanyaan sebanyak mungkin, berkenaan dengan hal tersebut, menjawab setiap pertanyaan, menemukan tingkat kesulitan masing-masing, dan mencari kaitan antara satu dengan yang lain.
Hal itu bermanfaat untuk menentukan skala prioritas. Barangkali terdapat hal-hal yang dapat dilaksanakan secara bersama. Mungkin ada yang dapat ditunda. Mungkin juga ada yang harus segera dilaksanakan.
Dengan dasar pemikiran seperti ini, kita dapat menentukan tujuan pribadi, langkah-langkah yang akan diambil untuk mencapai tujuan, dan berbagai kebutuhan yang berkaitan dengan tujuan itu. Proses demikian akan memberikan umpan balik untuk menilai kembali langkah-langkah yang kurang tepat, hingga nantinya mampu melakukan penyesuaian atau perubahan atas langkah-langkah yang kurang tepat.
Dalam membuat perencanaan pengembangan potensi, kita jangan melupakan keunggulan diri sendiri. Caranya, menyettakan daftar aktivitas yang pernah dipelajari dan dilakukan, kemudian menencukan aktivitas mana yang paling dikuasai. Dari situ, kita dapat menemukan batasan-batasan diri yang ditinjau dari berbagai sisi diri sendiri, keterampilan dan kemampuan diri, pengaruh orang lain, pengaruh bawaan atau keturunan, dan pengaruh ekonomi.
Perencanaan yang baik disusun dengan memperhatikan standar lingkungan dan individu. Dengan demikian, perencanaan yang dihasilkan dapat diterapkan dengan baik di tengah khalayak ramai. Selanjutnya, hal itu akan memudahkan pelaksanaan.
Dalam menyusun perencanaan, sebaiknya kita juga dapat menentukan apa saja yang dapat membantu. Biasanya hal itu berasal dari kelebihan diri kita. Bisa juga berasal dari berbagai faktor positif di sekeliling kita. Dalam hal ini, dibutuhkan kepekaan yang tinggi untuk "mengangkat" hal-hal tersebut, sehingga dapat dimanfaatkan secara signifikan.
Perencanaan yang baik pun mengandung deskripsi pertolongan yang dibutuhkan. Di sini, perlu ditentukan siapa yang dapat membantu, sejauh mana bantuan yang dapat diberikan, dan apa saja yang dapat diperoleh. Perlu diingat, pertolongan harus dikaitkan dengan tujuan yang hendak dicapai.
Mengembangkan diri melalui perencanaan di satu sisi, mungkin akan menghabiskan banyak waktu, tenaga, pikiran, dan hal-hal terkait lainnya. Namun, perencanaan sebenarnya akan menghemat banyak hal, meningkatkan efisiensi dalam proses pengambilan keputusan, berkenaan dengan pengembangan potensi diri.
Tanpa perencanaan, kita tidak mempunyai pedoman jelas, orientasi tidak fokus, yang berdampak pada ketidakjelasan langkah-langkah yang harus ditempuh. Perencanaan menjadikan semua tindakan tertata rapi, menuju tujuan yang diinginkan, dan merupakan salah satu kunci unik memetik sukses dalam berkarier. ©
Sumber : CBN
Cara jitu picu prestasi anak
CYBERNEWS. Ya, tentu boleh saja Anda memacu anak agar selau berprestasi. Tapi, jangan sampai prestasi itu adalah obsesi Anda, yang dulunya tidak terpenuhi. Juga, jangan sampai anak terpaksa melakukannya karena hukuman yang acap Anda ancamkan. Karena itu, Anda wajib memahami kiatnya, yang sederhana.
Memacu anak berprestasi wajib hukumnya. Tapi ingat, perlu kiat yang jelas, agar prestasi itu sendiri bukan obsesi Anda, tapi menjadi kebutuhan anak. Caranya? Jangan pernah ancam dia dengan hukuman, karena itu akan tak menyelesaikan masalah. Sebaiknya, ajari dia dengan cinta. Atau, ikuti tips kami berikut ini
Cinta kasih. Ini menjadi kunci awal ketika Anda menuntut anak. Harus ada kasih dan penerimaan penuh. Ini penting, sehingga sebelum tuntutan diberikan, anak perlu mengetahui dan merasakan cinta kasih Anda yang menerimanya secara total. Maksudnya, anak selayaknyalah memiliki keyakinan bahwa ia tetap Anda kasihi, meski ia belum tentu mampu meraih keinginan Anda. Tanpa keraguan anak dapat berkata bahwa cinta kasih Anda terhadapnya tidak tergantung apakah ia mendapat nilai 9 atau 5. Sebelum menerima tuntutan, anak perlu menyadari bahwa Anda telah menerimanya apa adanya atas dasar satu alasan, cinta kasih.
Tuntutan yang didahului kasih dan penerimaan akan dapat memotivasi anak berprestasi. Tuntutan mendorongnya bekerja lebih keras dan ia akan dapat melakukannya dengan tenang karena ia tahu bahwa ia dikasihi. Anak sadar bahwa keberhasilannya mencapai tuntutan itu akan menyenangkan hati orang tua, bukan untuk mendapatkan kasih orang tua.
Arah yang jelas. Arahan Anda harus jelas dan spesifik. Tidak jarang Anda melakukan kesalahan umum. Misalnya, menuntut anak menjadi lebih baik, lebih rajin, lebih pintar, berprestasi lebih tinggi, dan lain sebagainya. Tuntutan dengan target yang terlalu luas justrtu membuat anak hilang arah dalam mengejar sasarannya. Ia perlu mengerti apa yang Anda tuntut. Sehingga ia tahu yang harus dilakukannya.
Anak, sebagaimana dikutip eunika.com akan lebih dapat memahami tuntutan orang tua apabila tuntutan itu dijabarkan sespesifik. Daripada berkata, lebih rajin dan lebih pintar, mungkin lebih baik Anda memintanya menambah jam belajar atau menyelesaikan tugas sekolah, sebelum bermain. Ketimbang menuntutnya berprestasi lebih tinggi, Anda bisa menyebut pelajaran tertentu yang mendapat nilai rendah dan memintanya menghabiskan waktu belajar lebih banyak untuk bidang tersebut. Anda bisa menargetkan supaya pada ulangan berikutnya ia mencoba meraih nilai 7. Tentunya, Anda hindari nada paksa.
Realistis. Anda harus realistis dengan kemampuan anak. Untuk memacu prestasi anak, tuntutan yang diberikan seyogyanya sedikit diatas kemampuan anak. Tuntutan yang dibawah atau pas dengan kemampuan anak tidak akan memacunya karena ia tidak perlu berusaha keras memajukan diri. Sebaliknya, tuntutan yang jauh melampaui kemampuan anak akan mengecilkan semangat. Anak mesti melihat bahwa tuntutan yang diberikan kepadanya masih dalam batas kemampuan. Jika tidak ia justru ngambek. Jadi yang penting ialah memahami kemampuan dan minatnya. Tuntutanyang efektif adalah tuntutan yang realistis; tuntutan yang tidak realistis justru akan menciptakan frustasi pada diri anak.
Jangan ambisius. Anda tak perlu ambisius. Sikap itu justru akan melelahkan Anda dan membebani anak. Ada dua kesalahan yang umum dilakukan oleh orang tua, termasuk Anda. Pertama menuntut anak menjadi seperti dirinya, dan kedua, menuntut anak menjadi pelengkap kekurangannya. Kesalahan pertama acap diperbuat oleh orang tua yang memiliki kemampuan tertentu. Misalnya saja Anda pintar bermain gitar, maka cenderung menuntut anak bisa bermain gitar. Masalahnya adalah, tidak selalu anak mewarisi bakat orang tua dan tidak semua anak mempunyai minat sama dengan orang tuanya. Kalaupun anak menyukai gitar, itupun tidak berarti bahwa ia akan dapat bermain sebaik Anda.
Kesalahan kedua acap terjadi pada orang tua yang merasa diri kurang atau ada cacatnya. Anak akhirnya menjadi penyambung kekurangan agar keinginannya yang belum tercapai bisa diwujudkan oleh anak. Misalnya jika orang tua berangan-angan dan gagal menjadi dokter, ia pun akan memaksa anak menjadi dokter. Masalahnya adalah belum tentu anak berminat. Maka, hindari pemaksaan, ya? (CN02)
--sumber:www.suaramerdeka.com--
Memacu anak berprestasi wajib hukumnya. Tapi ingat, perlu kiat yang jelas, agar prestasi itu sendiri bukan obsesi Anda, tapi menjadi kebutuhan anak. Caranya? Jangan pernah ancam dia dengan hukuman, karena itu akan tak menyelesaikan masalah. Sebaiknya, ajari dia dengan cinta. Atau, ikuti tips kami berikut ini
Cinta kasih. Ini menjadi kunci awal ketika Anda menuntut anak. Harus ada kasih dan penerimaan penuh. Ini penting, sehingga sebelum tuntutan diberikan, anak perlu mengetahui dan merasakan cinta kasih Anda yang menerimanya secara total. Maksudnya, anak selayaknyalah memiliki keyakinan bahwa ia tetap Anda kasihi, meski ia belum tentu mampu meraih keinginan Anda. Tanpa keraguan anak dapat berkata bahwa cinta kasih Anda terhadapnya tidak tergantung apakah ia mendapat nilai 9 atau 5. Sebelum menerima tuntutan, anak perlu menyadari bahwa Anda telah menerimanya apa adanya atas dasar satu alasan, cinta kasih.
Tuntutan yang didahului kasih dan penerimaan akan dapat memotivasi anak berprestasi. Tuntutan mendorongnya bekerja lebih keras dan ia akan dapat melakukannya dengan tenang karena ia tahu bahwa ia dikasihi. Anak sadar bahwa keberhasilannya mencapai tuntutan itu akan menyenangkan hati orang tua, bukan untuk mendapatkan kasih orang tua.
Arah yang jelas. Arahan Anda harus jelas dan spesifik. Tidak jarang Anda melakukan kesalahan umum. Misalnya, menuntut anak menjadi lebih baik, lebih rajin, lebih pintar, berprestasi lebih tinggi, dan lain sebagainya. Tuntutan dengan target yang terlalu luas justrtu membuat anak hilang arah dalam mengejar sasarannya. Ia perlu mengerti apa yang Anda tuntut. Sehingga ia tahu yang harus dilakukannya.
Anak, sebagaimana dikutip eunika.com akan lebih dapat memahami tuntutan orang tua apabila tuntutan itu dijabarkan sespesifik. Daripada berkata, lebih rajin dan lebih pintar, mungkin lebih baik Anda memintanya menambah jam belajar atau menyelesaikan tugas sekolah, sebelum bermain. Ketimbang menuntutnya berprestasi lebih tinggi, Anda bisa menyebut pelajaran tertentu yang mendapat nilai rendah dan memintanya menghabiskan waktu belajar lebih banyak untuk bidang tersebut. Anda bisa menargetkan supaya pada ulangan berikutnya ia mencoba meraih nilai 7. Tentunya, Anda hindari nada paksa.
Realistis. Anda harus realistis dengan kemampuan anak. Untuk memacu prestasi anak, tuntutan yang diberikan seyogyanya sedikit diatas kemampuan anak. Tuntutan yang dibawah atau pas dengan kemampuan anak tidak akan memacunya karena ia tidak perlu berusaha keras memajukan diri. Sebaliknya, tuntutan yang jauh melampaui kemampuan anak akan mengecilkan semangat. Anak mesti melihat bahwa tuntutan yang diberikan kepadanya masih dalam batas kemampuan. Jika tidak ia justru ngambek. Jadi yang penting ialah memahami kemampuan dan minatnya. Tuntutanyang efektif adalah tuntutan yang realistis; tuntutan yang tidak realistis justru akan menciptakan frustasi pada diri anak.
Jangan ambisius. Anda tak perlu ambisius. Sikap itu justru akan melelahkan Anda dan membebani anak. Ada dua kesalahan yang umum dilakukan oleh orang tua, termasuk Anda. Pertama menuntut anak menjadi seperti dirinya, dan kedua, menuntut anak menjadi pelengkap kekurangannya. Kesalahan pertama acap diperbuat oleh orang tua yang memiliki kemampuan tertentu. Misalnya saja Anda pintar bermain gitar, maka cenderung menuntut anak bisa bermain gitar. Masalahnya adalah, tidak selalu anak mewarisi bakat orang tua dan tidak semua anak mempunyai minat sama dengan orang tuanya. Kalaupun anak menyukai gitar, itupun tidak berarti bahwa ia akan dapat bermain sebaik Anda.
Kesalahan kedua acap terjadi pada orang tua yang merasa diri kurang atau ada cacatnya. Anak akhirnya menjadi penyambung kekurangan agar keinginannya yang belum tercapai bisa diwujudkan oleh anak. Misalnya jika orang tua berangan-angan dan gagal menjadi dokter, ia pun akan memaksa anak menjadi dokter. Masalahnya adalah belum tentu anak berminat. Maka, hindari pemaksaan, ya? (CN02)
--sumber:www.suaramerdeka.com--
Langganan:
Postingan (Atom)